<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Melongok Budaya Baca dan Tulis Masyarakat Jepang</title>
	<atom:link href="http://tsabitah.wordpress.com/2007/03/12/melongok-budaya-baca-dan-tulis-masyarakat-jepang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tsabitah.wordpress.com/2007/03/12/melongok-budaya-baca-dan-tulis-masyarakat-jepang/</link>
	<description>Makanlah sebelum lapar dan berhentilah sebelum kenyang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Dec 2009 15:04:23 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: WAMDI</title>
		<link>http://tsabitah.wordpress.com/2007/03/12/melongok-budaya-baca-dan-tulis-masyarakat-jepang/#comment-818</link>
		<dc:creator>WAMDI</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 00:45:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tsabitah.wordpress.com/2007/03/12/melongok-budaya-baca-dan-tulis-masyarakat-jepang/#comment-818</guid>
		<description>Fakroq!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Fakroq!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: WAMDI</title>
		<link>http://tsabitah.wordpress.com/2007/03/12/melongok-budaya-baca-dan-tulis-masyarakat-jepang/#comment-817</link>
		<dc:creator>WAMDI</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 00:44:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tsabitah.wordpress.com/2007/03/12/melongok-budaya-baca-dan-tulis-masyarakat-jepang/#comment-817</guid>
		<description>Ketika masyrakat eropa masih bermukim di bangka-bangka kayu, umat Islam telah bermandikan cahaya terang menerang di waktu malam.
Lihatlah apa yang diungkapkan Abu Khurairah, &quot; Saya adalah sahabat yang paling banyak hafalan hadits, tapi saya masih kalah oleh Abdullah bin Amru bin Ash, karena dia bisa membaca dan menulis.&quot;
Imam an-Nawawi perlu menggeser buku-bukunya untuk hanya menerima kedatangan satu orang tamu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika masyrakat eropa masih bermukim di bangka-bangka kayu, umat Islam telah bermandikan cahaya terang menerang di waktu malam.<br />
Lihatlah apa yang diungkapkan Abu Khurairah, &#8221; Saya adalah sahabat yang paling banyak hafalan hadits, tapi saya masih kalah oleh Abdullah bin Amru bin Ash, karena dia bisa membaca dan menulis.&#8221;<br />
Imam an-Nawawi perlu menggeser buku-bukunya untuk hanya menerima kedatangan satu orang tamu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Kadir</title>
		<link>http://tsabitah.wordpress.com/2007/03/12/melongok-budaya-baca-dan-tulis-masyarakat-jepang/#comment-805</link>
		<dc:creator>Kadir</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 03:57:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tsabitah.wordpress.com/2007/03/12/melongok-budaya-baca-dan-tulis-masyarakat-jepang/#comment-805</guid>
		<description>UNTUKMU PEMBACA DAN PENULIS MUDA!
(Sebuah Refleksi dari Tinta Sejarah)

”Para pemburu masa depan adalah pemimpin, inovator dan penjelajah di masa depan. Mereka menjadi pemandu jalan bagi yang lain, yang akan mengikuti tabiat atau keberhasilan mereka. Mereka inilah kelompok yang paling punya kesiapan masa depan dan paling gesit. Kelompok ini ditakdirkan menjadi kontributor produktif bagi masyarakat dan pada saat yang sama meraih kepuasaan individu. Para pemburu masa depan adalah orang yang punya ambisi dan cara pandang positif terhadap masa depan. Mereka punya tujuan yang jelas…..Mereka adalah pihak yang paling siap menghadapi tantangan-tantangan masa depan”.

Komunitas Tinta Sejarah (Forum Diskusi Pembaca dan Penulis Muda Indonesia)/
Bidang Kaderisasi KAMMI Wilayah Jawa Barat

Syamsudin Kadir
Direktur/Ketua

Cp. 085 320 230 299
Jl. Ahmad Yani No. 873 Kota Bandung Jawa Barat</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>UNTUKMU PEMBACA DAN PENULIS MUDA!<br />
(Sebuah Refleksi dari Tinta Sejarah)</p>
<p>”Para pemburu masa depan adalah pemimpin, inovator dan penjelajah di masa depan. Mereka menjadi pemandu jalan bagi yang lain, yang akan mengikuti tabiat atau keberhasilan mereka. Mereka inilah kelompok yang paling punya kesiapan masa depan dan paling gesit. Kelompok ini ditakdirkan menjadi kontributor produktif bagi masyarakat dan pada saat yang sama meraih kepuasaan individu. Para pemburu masa depan adalah orang yang punya ambisi dan cara pandang positif terhadap masa depan. Mereka punya tujuan yang jelas…..Mereka adalah pihak yang paling siap menghadapi tantangan-tantangan masa depan”.</p>
<p>Komunitas Tinta Sejarah (Forum Diskusi Pembaca dan Penulis Muda Indonesia)/<br />
Bidang Kaderisasi KAMMI Wilayah Jawa Barat</p>
<p>Syamsudin Kadir<br />
Direktur/Ketua</p>
<p>Cp. 085 320 230 299<br />
Jl. Ahmad Yani No. 873 Kota Bandung Jawa Barat</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Kadir</title>
		<link>http://tsabitah.wordpress.com/2007/03/12/melongok-budaya-baca-dan-tulis-masyarakat-jepang/#comment-804</link>
		<dc:creator>Kadir</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 02:38:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tsabitah.wordpress.com/2007/03/12/melongok-budaya-baca-dan-tulis-masyarakat-jepang/#comment-804</guid>
		<description>MEMBACA, MENULIS DAN BERDISKUSILAH!

Membaca, Menulis dan Berdiskusilah, karena kalau sekedar menggonggong, anjing pun bisa! Hayo bangun terus tradisi ini…sebelum ada Perpu anti ketiganya.
Salam Muda, Salam Cendekia!

Komunitas Tinta Sejarah

Syamsudin Kadir
Direktur

Cp. 085 320 230 299
Email: muda.cendekia@gmail.com
Jl. Ahmad Yani No. 873 Kota Bandung Jawa Barat</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>MEMBACA, MENULIS DAN BERDISKUSILAH!</p>
<p>Membaca, Menulis dan Berdiskusilah, karena kalau sekedar menggonggong, anjing pun bisa! Hayo bangun terus tradisi ini…sebelum ada Perpu anti ketiganya.<br />
Salam Muda, Salam Cendekia!</p>
<p>Komunitas Tinta Sejarah</p>
<p>Syamsudin Kadir<br />
Direktur</p>
<p>Cp. 085 320 230 299<br />
Email: <a href="mailto:muda.cendekia@gmail.com">muda.cendekia@gmail.com</a><br />
Jl. Ahmad Yani No. 873 Kota Bandung Jawa Barat</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Kadir</title>
		<link>http://tsabitah.wordpress.com/2007/03/12/melongok-budaya-baca-dan-tulis-masyarakat-jepang/#comment-803</link>
		<dc:creator>Kadir</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 02:21:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tsabitah.wordpress.com/2007/03/12/melongok-budaya-baca-dan-tulis-masyarakat-jepang/#comment-803</guid>
		<description>MEMBACA, MENULIS DAN BERDISKUSILAH! 

Membaca, Menulis dan Berdiskusilah, karena kalau sekedar menggonggong, anjing pun bisa! Hayo bangun terus tradisi ini…sebelum ada Perpu anti ketiganya.
Salam Muda, Salam Cendekia!

Komunitas Tinta Sejarah

Syamsudin Kadir
Direktur

Cp. 085 320 230 299
Jl. Ahmad Yani No. 873 Kota Bandung Jawa Barat</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>MEMBACA, MENULIS DAN BERDISKUSILAH! </p>
<p>Membaca, Menulis dan Berdiskusilah, karena kalau sekedar menggonggong, anjing pun bisa! Hayo bangun terus tradisi ini…sebelum ada Perpu anti ketiganya.<br />
Salam Muda, Salam Cendekia!</p>
<p>Komunitas Tinta Sejarah</p>
<p>Syamsudin Kadir<br />
Direktur</p>
<p>Cp. 085 320 230 299<br />
Jl. Ahmad Yani No. 873 Kota Bandung Jawa Barat</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Kadir</title>
		<link>http://tsabitah.wordpress.com/2007/03/12/melongok-budaya-baca-dan-tulis-masyarakat-jepang/#comment-802</link>
		<dc:creator>Kadir</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 01:16:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tsabitah.wordpress.com/2007/03/12/melongok-budaya-baca-dan-tulis-masyarakat-jepang/#comment-802</guid>
		<description>Membaca, Menulis dan Berdiskusilah, karena kalau sekedar menggonggong, anjing pun bisa! Hayo bangun terus tradisi ini…sebelum ada Perpu anti ketiganya. 
Salam Muda, Salam Cendekia!


Komunitas Tinta Sejarah

Syamsudin Kadir
Direktur

Cp. 085 320 230 299
Jl. Ahmad Yani No. 873 Kota Bandung Jawa Barat</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Membaca, Menulis dan Berdiskusilah, karena kalau sekedar menggonggong, anjing pun bisa! Hayo bangun terus tradisi ini…sebelum ada Perpu anti ketiganya.<br />
Salam Muda, Salam Cendekia!</p>
<p>Komunitas Tinta Sejarah</p>
<p>Syamsudin Kadir<br />
Direktur</p>
<p>Cp. 085 320 230 299<br />
Jl. Ahmad Yani No. 873 Kota Bandung Jawa Barat</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Kadir</title>
		<link>http://tsabitah.wordpress.com/2007/03/12/melongok-budaya-baca-dan-tulis-masyarakat-jepang/#comment-801</link>
		<dc:creator>Kadir</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 00:51:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tsabitah.wordpress.com/2007/03/12/melongok-budaya-baca-dan-tulis-masyarakat-jepang/#comment-801</guid>
		<description>KOMITMEN PEMBACA DAN PENULIS MUDA INDONESIA
(Sebuah Refleksi dari Tinta Sejarah)

”Jika ada 1.000 orang yang suka membaca, menulis dan berdiskusi, maka 1 di antaranya adalah diriku”
Jika ada 100 orang yang suka membaca menulis dan berdiskusi, maka 1 di antaranya adalah diriku”
Jika ada 10 orang yang  suka membaca, menulis dan berdiskusi, maka 1 di antaranya adalah diriku”
Jika hanya ada 1 orang yang suka membaca, menulis dan berdiskusi,  maka itu adalah diriku”
”Jika tidak ada lagi yang  suka membaca, menulis dan berdiskusi, maka aku telah menemui ajal kematianku”

Komunitas Tinta Sejarah

Syamsudin Kadir
Direktur

Cp. 085 320 230 299
Jl. Ahmad Yani No. 873 Kota Bandung Jawa Barat</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>KOMITMEN PEMBACA DAN PENULIS MUDA INDONESIA<br />
(Sebuah Refleksi dari Tinta Sejarah)</p>
<p>”Jika ada 1.000 orang yang suka membaca, menulis dan berdiskusi, maka 1 di antaranya adalah diriku”<br />
Jika ada 100 orang yang suka membaca menulis dan berdiskusi, maka 1 di antaranya adalah diriku”<br />
Jika ada 10 orang yang  suka membaca, menulis dan berdiskusi, maka 1 di antaranya adalah diriku”<br />
Jika hanya ada 1 orang yang suka membaca, menulis dan berdiskusi,  maka itu adalah diriku”<br />
”Jika tidak ada lagi yang  suka membaca, menulis dan berdiskusi, maka aku telah menemui ajal kematianku”</p>
<p>Komunitas Tinta Sejarah</p>
<p>Syamsudin Kadir<br />
Direktur</p>
<p>Cp. 085 320 230 299<br />
Jl. Ahmad Yani No. 873 Kota Bandung Jawa Barat</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Kadir</title>
		<link>http://tsabitah.wordpress.com/2007/03/12/melongok-budaya-baca-dan-tulis-masyarakat-jepang/#comment-800</link>
		<dc:creator>Kadir</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 00:45:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tsabitah.wordpress.com/2007/03/12/melongok-budaya-baca-dan-tulis-masyarakat-jepang/#comment-800</guid>
		<description>BANGUN TERUS TRADISI ILMU! 
(Sebuah Refleksi dari Tinta Sejarah)

“Pembinaan budaya ilmu yang terpadu dan jitu merupakan prasyarat awal dan terpenting bagi kesuksesan, kekuatan dan kebahagiaan seseorang dan suatu bangsa. Suatu individu atau suatu bangsa yang mempunyai kekuasaan atau kekayaan tidak bisa mempertahankan miliknya, atau mengembangkannya tanpa budaya ilmu yang baik. Malah dia akan bergantung kepada orang atau bangsa lain yang lebih berilmu. Kita telah melihat sendiri betapa beberapa negara minyak yang kaya-raya terpaksa bergantung hampir dalam semua aspek penting kehidupan negaranya kepada negara lain yang lebih maju dari segi keilmuan dan kepakaran. Sedangkan unsur lain, yaitu harta dan tahta, bersifat eksternal dan sementara. Keduanya bukanlah ciri yang sejalan dengan diri seseorang atau suatu bangsa tanpa ilmu yang menjadi dasarnya. Sebaliknya jika ilmu terbudaya dalam diri pribadi dan masyarakat dengan baik, maka bukan saja bisa mempertahankan dan meningkatkan lagi keberhasilan yang ada, malah bisa memberikan kemampuan untuk memulihkan diri dalam menghadapi segala kerumitan dan tantangan.” (Prof. Wan Daud, Guru Besar ISTAC Malaysia) 

Komunitas Tinta Sejarah

Syamsudin Kadir
Direktur

Cp. 085 320 230 299
Jl. Ahmad Yani No. 873 Kota Bandung Jawa Barat</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>BANGUN TERUS TRADISI ILMU!<br />
(Sebuah Refleksi dari Tinta Sejarah)</p>
<p>“Pembinaan budaya ilmu yang terpadu dan jitu merupakan prasyarat awal dan terpenting bagi kesuksesan, kekuatan dan kebahagiaan seseorang dan suatu bangsa. Suatu individu atau suatu bangsa yang mempunyai kekuasaan atau kekayaan tidak bisa mempertahankan miliknya, atau mengembangkannya tanpa budaya ilmu yang baik. Malah dia akan bergantung kepada orang atau bangsa lain yang lebih berilmu. Kita telah melihat sendiri betapa beberapa negara minyak yang kaya-raya terpaksa bergantung hampir dalam semua aspek penting kehidupan negaranya kepada negara lain yang lebih maju dari segi keilmuan dan kepakaran. Sedangkan unsur lain, yaitu harta dan tahta, bersifat eksternal dan sementara. Keduanya bukanlah ciri yang sejalan dengan diri seseorang atau suatu bangsa tanpa ilmu yang menjadi dasarnya. Sebaliknya jika ilmu terbudaya dalam diri pribadi dan masyarakat dengan baik, maka bukan saja bisa mempertahankan dan meningkatkan lagi keberhasilan yang ada, malah bisa memberikan kemampuan untuk memulihkan diri dalam menghadapi segala kerumitan dan tantangan.” (Prof. Wan Daud, Guru Besar ISTAC Malaysia) </p>
<p>Komunitas Tinta Sejarah</p>
<p>Syamsudin Kadir<br />
Direktur</p>
<p>Cp. 085 320 230 299<br />
Jl. Ahmad Yani No. 873 Kota Bandung Jawa Barat</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Kadir</title>
		<link>http://tsabitah.wordpress.com/2007/03/12/melongok-budaya-baca-dan-tulis-masyarakat-jepang/#comment-799</link>
		<dc:creator>Kadir</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 00:41:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tsabitah.wordpress.com/2007/03/12/melongok-budaya-baca-dan-tulis-masyarakat-jepang/#comment-799</guid>
		<description>UNTUKMU PEMBACA DAN PENULIS MUDA! 
(Sebuah Refleksi dari Tinta Sejarah)

”Para pemburu masa depan adalah pemimpin, inovator dan penjelajah di masa depan. Mereka menjadi pemandu jalan bagi yang lain, yang akan mengikuti tabiat atau keberhasilan mereka. Mereka inilah kelompok yang paling punya kesiapan masa depan dan paling gesit. Kelompok ini ditakdirkan menjadi kontributor produktif bagi masyarakat dan pada saat yang sama meraih kepuasaan individu. Para pemburu masa depan adalah orang yang punya ambisi dan cara pandang positif terhadap masa depan. Mereka punya tujuan yang jelas.....Mereka adalah pihak yang paling siap menghadapi tantangan-tantangan masa depan”. 


Komunitas Tinta Sejarah

Syamsudin Kadir
Direktur

Cp. 085 320 230 299
Jl. Ahmad Yani No. 873 Kota Bandung Jawa Barat</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>UNTUKMU PEMBACA DAN PENULIS MUDA!<br />
(Sebuah Refleksi dari Tinta Sejarah)</p>
<p>”Para pemburu masa depan adalah pemimpin, inovator dan penjelajah di masa depan. Mereka menjadi pemandu jalan bagi yang lain, yang akan mengikuti tabiat atau keberhasilan mereka. Mereka inilah kelompok yang paling punya kesiapan masa depan dan paling gesit. Kelompok ini ditakdirkan menjadi kontributor produktif bagi masyarakat dan pada saat yang sama meraih kepuasaan individu. Para pemburu masa depan adalah orang yang punya ambisi dan cara pandang positif terhadap masa depan. Mereka punya tujuan yang jelas&#8230;..Mereka adalah pihak yang paling siap menghadapi tantangan-tantangan masa depan”. </p>
<p>Komunitas Tinta Sejarah</p>
<p>Syamsudin Kadir<br />
Direktur</p>
<p>Cp. 085 320 230 299<br />
Jl. Ahmad Yani No. 873 Kota Bandung Jawa Barat</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Kadir</title>
		<link>http://tsabitah.wordpress.com/2007/03/12/melongok-budaya-baca-dan-tulis-masyarakat-jepang/#comment-798</link>
		<dc:creator>Kadir</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 00:38:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tsabitah.wordpress.com/2007/03/12/melongok-budaya-baca-dan-tulis-masyarakat-jepang/#comment-798</guid>
		<description>MASA DEPAN ADALAH PENA
(Sebuah Refleksi dari Tinta Sejarah)

Kini telah tiba masa 
Saat dunia menyaksikan dengan kasat mata
Bahwa pedang telah digantikan dengan pena
Pertarungan semakin menajam 
Dipenuhi intrik, kamuflase, dan rekayasa tingkat tinggi
Yang menggambarkan kecanggihan rezim digital 
Otak terus berputar
Kendali kecerdasan terus merancang konspirasi tiada henti
Berpikir, menulis dan bergerak
Menjadi rangkaian yang terus berliterasi
Kini telah tiba waktu
Ketika dunia berputar dengan tubuhnya yang tragis
Bahwa darah telah digantikan dengan pena 
Ideologi dibenturkan 
Nilai-nilai peradaban saling beradu 
Mencari titik yang tertinggi, terbaik, termuliya, tercanggih
Pertarungan semakin menggila
Melibas sekat-sekat tanpa belas kasih
Merajami setiap bentuk kebodohan dan keterbelakangan
Hingga muncul satu pemenang
Maka bertarunglah dan menangkan! 


Komunitas Tinta Sejarah

Syamsudin Kadir
Direktur

Cp. 085 320 230 299
Jl. Ahmad Yani No. 873 Kota Bandung Jawa Barat</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>MASA DEPAN ADALAH PENA<br />
(Sebuah Refleksi dari Tinta Sejarah)</p>
<p>Kini telah tiba masa<br />
Saat dunia menyaksikan dengan kasat mata<br />
Bahwa pedang telah digantikan dengan pena<br />
Pertarungan semakin menajam<br />
Dipenuhi intrik, kamuflase, dan rekayasa tingkat tinggi<br />
Yang menggambarkan kecanggihan rezim digital<br />
Otak terus berputar<br />
Kendali kecerdasan terus merancang konspirasi tiada henti<br />
Berpikir, menulis dan bergerak<br />
Menjadi rangkaian yang terus berliterasi<br />
Kini telah tiba waktu<br />
Ketika dunia berputar dengan tubuhnya yang tragis<br />
Bahwa darah telah digantikan dengan pena<br />
Ideologi dibenturkan<br />
Nilai-nilai peradaban saling beradu<br />
Mencari titik yang tertinggi, terbaik, termuliya, tercanggih<br />
Pertarungan semakin menggila<br />
Melibas sekat-sekat tanpa belas kasih<br />
Merajami setiap bentuk kebodohan dan keterbelakangan<br />
Hingga muncul satu pemenang<br />
Maka bertarunglah dan menangkan! </p>
<p>Komunitas Tinta Sejarah</p>
<p>Syamsudin Kadir<br />
Direktur</p>
<p>Cp. 085 320 230 299<br />
Jl. Ahmad Yani No. 873 Kota Bandung Jawa Barat</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
