K0
i. Tingkat dekomposisi: dapat diperkirakan melalui pengukuran penurunan suhu akhir, tingkat kapasitas panas, jumlah materi yang dapat didekomposisi. Kenaikan potensial redoks, kebutuhan oksigen, pertumbuhan jamur, dsb dapat digunakan juga sebagai indicator tingkat dekomposisi.
Sistem Windrow merupakan teknologi yang relative oaling sederhana setelah pengomposan melalui penumpukan bahan kompos secara tradisional. Suplai oksigen dari udara bebas dimasukan dari tumpukan, dengan melengkapi drainase penyalur udibawahnya. Materi kompos dibiarkan terdekomposisi secara alamiah dan oleh kegiatan bakteri yang menghasilkan panas pada tumpukan kompos. Panas terbentuk selain membunuh bakteri pathogen juga membantu proses perbaikan dan pengeringan secara perlahan. Proses ini membutuhkan waktu sekitar 2-3 minggu untuk mencapai kompos matang. Langkah umum yang biasa digunakan adalah (lihat gbr 8:3).
Contoh lain dari proses pengomposan sederhana dapat dilihat pada gambar berikut, yang dikembangkan oleh PPT ITB. Sejak awal tahun 1980-an Peneliti Lingkungan Hidup (PPLH) ITB memperkenalkan pengomposan sederhana, bersamaan dengan dikembangkannya kawasan industri sampah. Pada pengomposan ini, disamping penambahan air untuk menjaga kelembaban, ditambahkan juga kapur, sekam padi dan diperkaya dengan pembubuhan urea dan NPK. Cara pengomposan ini kemudian diterapkan dibeberapa tempat, antara lain di kebun Binatang Ragunan. Langkah yang digunakan seperti terlihat dalam gambar 8:4.

Di negara industri, pengomposan sampah kota sudah biasa dilaksanakan secara mekanis, dikenal sebagai pengomposan dipercepat (accelerated composting). Percepatan ini dilaksanakan pada proses pembuatan kompos setengah matang, yang pada pengomposan tradisional (konvensional) membutuhkan waktu sekitar 3 minggu. Pada pengomposan ini, waktu yang dibutuhkan dipercepat samapai menjadi 1 minggu. Prinsip yang digunakan adalah bagaimana agar bahan baku kompos menjadi lebih baik dan bagaimana agar mikroorganisme pengurai menjadi lebih aktif dalam penguraikan kompos. Beberapa catatan dalam pengomposan dipercepat adalah (51):
- Bahan yang akan dikomposkan disortir dari logam, kaca, plastic dan bahan lain yang tidak dapat dikomposkan. Untuk pemisahan bahan tersebut dapat digunakan alat pemisah mekanis atau manual.
- Proses pengomposan dilakukan dalam reactor, dengan pasokan oksigen dan air untuk menjamin kondisi tetap aerob.
Disamping itu dilakukan pembalikan/pengadukan secara mekanikal. Beberapa teknologi menyalurkan uap panas hasil pengomposan pada bagian sampah yang baru masuk. Pembibitan mikroorganisme dilakukan dengan resirkulasi air lindi yang terbentuk.
Beberapa jenis reaktor pengomposan modern adalah:
- Vertikal (menara) : Diperkenalkan pada tahun 1939 di Amerika, dikenal dengan metoda Earp Thomas. Sampah dimasukan dari bagian atar reactor. Fermentasi terjadi selama transport material dari bagian atas sampai ke dasar reactor yang terdiri dari beberapa tahap. Metode sejenis adalah jenis Triga, dimana materi sampah dimasukan dari atas dan sampah turun kebawah karena adanya putaran pada reactor.
- Horisontal: cara yang paling dikenal adalah metoda Dano. Metoda ini berasal dari Denmark (1933). Fermentasi dilakukan dalam reactor bertipe rotary klin. Sampah diputar secara perlahan dalam klin. Dengan pemutaran ini, materi asing yang tidak bias dikomposkan akan terpisah di ujung akhir klin.
- Metoda Siloda adalah menggunakan alat yang secara sistematis dan berkala memindahkan kompos ke sisi lain, sehingga terjadi pengadukan secara sempurna.
Sumber:
DIKTAT KULIAH TL-3150/ITB
Oleh:
Prof. Enri Damanhuri
DR. Tri Padmi
ak belum mengerti dengan vertikal(menara)
beberapa hal yang saya suka dari berbagai komunitas pencinta lingkungan, salah satunya pembuatan kompos ini. tapi yang menjadi permasalahan saya adalah cara termudah, karna lokasi pembuatan dekat sekali dengan permukiman warga, bukan hanya itu saja diantara kami tidak ada yang bisa membuatnya itu permasalahan terutama. semoga teman teman dapat membantu permasalahan kami. trima kasih.
anzig